DRMA Bakal Tebar Dividen 2025 Rp 329,41 Miliar, Cek Tanggal Pembagiannya

9 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 329,41 miliar. Pemegang saham akan mendapatkan dividen Rp 70 per saham.

Perseroan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026. Perseroan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 berdasarkan data keuangan per 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 652,58 miliar. Kemudian saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 2 triliun, dan total ekuitas sebesar Rp 2,93 triliun. Demikian mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/4/2026).

Berikut jadwal pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025:

  • Tanggal efektif pada 7 Mei 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 27 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 28 April 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 29 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 30 April 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 29 April 2026, waktu 16:00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 7 Mei 2026

Berdasarkan data RTI, harga saham DRMA ditutup melemah 0,95% menjadi Rp 1.040 per saham. Harga saham DRMA dibuka melemah lima poin menjadi Rp 1.045 per saham. Saham DRAM berada di level tertinggi Rp 1.045 dan terendah Rp 1.020 per saham. Total frekuensi perdagangan 519 kali dengan volume perdagangan saham 50.676 saham. Nilai transaksi Rp 5,3 miliar.

Komisaris Dharma Polimetal Beli 4,86 Juta Saham DRMA

Sebelumnya, Komisaris PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), Noel Aelyo Laras Kusuma Negara menambah kepemilikan saham DRMA pada 9 Maret 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (13/3/2026), Noel Aelyo Laras Kusuma Negara membeli 4.863.000 saham DRMA dengan harga Rp 850 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian saham itu sekitar Rp 4,13 miliar.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham DRMA, ia genggam 1,72% atau setara 81.138.700 saham DRMA dari sebelumnya 1,62% atau 76.275.700.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, harga saham DRMA turun 2,06% ke posisi Rp 950 per saham. Saham DRMA berada di level tertinggi Rp 975 dan terendah Rp 940 per saham. Kapitalisasi pasar saham Rp 4,47 triliun.

Emiten DRMA Ekspansi Bisnis Fast Charging Station Kendaraan Listrik

Sebelumnya, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mengembangkan infrastruktur fast charging station untuk kendaraan listrik dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi. Hal ini juga sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan impor.

"Langkah ini merupakan wujud dari dukungan kami terhadap kebijakan pemerintah untuk mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaran listrik serta mengurangi ketergantungan impor,” ujar Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso dikutip dari keterangan resmi, Selasa (17/2/2026).

Pengembangan fast charging station dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi merupakan bagian dari strategi DRMA untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Diharapkan, hadirnya fast charging station lokal ini dapat meningkatkan aksesibilitas, efisiensi waktu pengisian daya, serta kenyamanan pengguna kendaraan listrik roda dua.

Terkait pengembangan infrastruktur fast charging station lokal tersebut, pada ajang IIMS (Indonesia International Motor Show) 2026 ini DRMA  menghadirkan Battery Energy Storage System yang terintegrasi dengan charging station buatan Perseroan.

Di sisi lain, Perseroan juga terus mengeluarkan inisiatif untuk mendorong percepatan konversi kendaraan roda dua dari mesin pembakaran internal (ICE) ke kendaraan listrik (EV) yang sesuai dengan karakteristik pasar otomotif Indonesia.

Peluang Pertumbuhan

Perseroan menyediakan layanan konversi kendaraan roda dua ICE menjadi EV sebagai salah satu segmen dalam ekosistem terintegrasi Dharma Connect, DC Cross.

Perseroan menyatakan, inisiatif-inisiatif tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam menurunkan emisi karbon, mempercepat adopsi kendaraan listrik, serta membangun ekosistem EV yang berkelanjutan di Indonesia.

Berkat konsistensi dalam inovasi dan diversifikasi yang telah dijalankan, DRMA berada dalam posisi yang sangat kuat untuk merealisasikan peluang pertumbuhan pada 2025. Dengan tren positif yang ada, Perseroan tetap optimistis dan yakin target penjualan sebesar Rp 6 triliun untuk periode tersebut akan dicapai sepenuhnya.

"Peluang pertumbuhan ini akan didorong oleh stabilitas di segmen roda dua dan roda empat, serta kontribusi dari lini bisnis kendaraan listrik (EV) dan sektor non- otomotif yang kian ekspansif,” ujar Irianto.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |