Setelah Anjlok 4,57%, IHSG Hari Ini Diprediksi Bangkit

1 month ago 43

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang mengalami technical rebound pada perdagangan hari ini setelah mengalami tekanan tajam pada sesi sebelumnya.

BRI Danareksa Sekuritas dalam laporan Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI), Kamis (5/3/2026), menyebutkan pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi sentimen global dan perkembangan geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah.

Pada perdagangan Rabu (4/3/2026), IHSG ditutup anjlok 4,57% ke level 7.577, sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa saham Asia.

Tekanan terhadap pasar saham domestik dipicu meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran investor global.

Selain itu, sentimen domestik juga turut menekan pasar setelah lembaga pemeringkat Fitch Ratings menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, meskipun peringkat kredit tetap berada di level BBB.

Langkah tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian ekonomi serta kekhawatiran terhadap konsistensi kebijakan.

Di pasar valuta asing, tekanan juga terlihat pada nilai tukar rupiah yang mendekati Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kebijakan Transparansi Saham Dinilai Positif

Di sisi lain, terdapat sentimen positif dari kebijakan pasar modal.

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mulai menerapkan kebijakan keterbukaan data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, sebagai bagian dari penyesuaian standar MSCI.

Kebijakan ini dinilai dapat meningkatkan transparansi pasar modal Indonesia. Namun dalam jangka pendek, langkah tersebut juga berpotensi membuat investor lebih berhati-hati.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan memiliki peluang rebound dengan level support di 7.516 dan resistance di 7.693.

Peluang pemulihan ini juga didukung oleh penguatan bursa saham global, terutama di Wall Street.

Wall Street Menguat

Pada perdagangan sebelumnya, indeks utama di Wall Street ditutup menguat.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,49% ke level 48.739,41, sementara S&P 500 menguat 0,78% menjadi 6.869,50.

Adapun indeks teknologi Nasdaq melonjak 1,29% ke level 22.807,48.

Penguatan pasar saham Amerika Serikat ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi pasar saham Asia, termasuk Indonesia.

Rekomendasi Saham

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor pada perdagangan hari ini, antara lain:

  • HRTA
  • AADI
  • ESSA

Investor tetap disarankan mencermati perkembangan konflik geopolitik global serta pergerakan nilai tukar rupiah yang masih berpotensi mempengaruhi arah pasar saham domestik.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |