Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) cenderung koreksi pada perdagangan saham Senin, (15/12/2025). Hal itu menambah tekanan terhadap harga saham WIFI dalam lima hari terakhir.
Mengutip data RTI, harga saham WIFI merosot 1,66% ke posisi Rp 3.560 pr saham pada perdagangan saham Senin, 15 Desember 2025 pukul 14.32 WIB. Harga saham WIFI dibuka naik 80 poin ke posisi Rp 3.700 per saham. Harga saham WIFI berada di level tertinggi Rp 3.740 dan level terendah Rp 3.610 per saham. Total frekuensi perdagangan 33.317 kali dengan volume perdagangan saham 1.165.468 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 422,9 miliar.
Berdasarkan data Google Finance, harga saham WIFI susut 9,41% dalam lima hari terakhir. Namun, harga saham WIFI masih naik 3,79% selama sebulan terakhir. Secara year to date (ytd), harga saham WIFI bertambah 773,11%.
Terkait tekanan pada harga saham WIFI, manajemen WIFI menyebutkan, koreksi harga saham WIFI bukan cerminan melemahnya fundamental. Hal itu imbas sementara dari penyesuaian pasar terhadap perubahan struktur modal untuk mendukung fase ekspansi agresif perusahaan.
“Salah satu faktor utama adalah kenaikan signifikan utang obligasi dari Rp 600 miliar menjadi Rp 2,5 triliun, yang seluruhnya digunakan untuk pembiayaan ekspansi dan mendorong aset hingga Rp 12,5 triliun,” demikian seperti dikutip dari keterangan resmi.
Direktur WIFI, Shannedy Ong menjelaskan meningkatnya beban bunga yang tercermin dalam laporan laba rugi kuartal ketiga 2025 memang menekan laba bersih dalam jangka pendek.
“Namun, perlu ditekankan bahwa ini adalah 'Biaya Pertumbuhan' (Cost of Growth), bukan kerugian. Dana Rp 2,5 triliun ini adalah modal kerja produktif yang kami tanamkan di depan untuk mematangkan infrastruktur jaringan baru. Pasar bereaksi terhadap tekanan laba sesaat ini, tetapi kami yakin investasi ini adalah pondasi untuk 'panen raya' pendapatan di kuartal-kuartal mendatang," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (12/12/2025).
Masuknya NTT East sebagai pemegang saham di anak usaha IJE pada Juli 2025 juga menjadi validasi bagi prospek jangka panjang perusahaan.
Kemitraan Strategis
Shannedy menuturkan, kemitraan strategis dengan NTT East adalah validasi jangka panjang terhadap potensi dan kualitas aset WIFI. Ia menambahkan, masuknya NTT East baru terjadi pada awal kuartal III.
Sinergi operasional, transfer teknologi, dan efisiensi jaringan tidak terjadi dalam semalam. Pasar belum sepenuhnya menghargai valuasi dari kemitraan ini karena dampaknya ke bottom line membutuhkan waktu inkubasi 6 hingga 12 bulan. Ini adalah katalisator pertumbuhan masa depan, bukan sekadar suntikan dana sesaat.
Manajemen pun mengajak investor untuk melihat kondisi secara menyeluruh, terutama menyangkut prospek jangka panjang perusahaan.
Ia mengatakan, koreksi saham WIFI saat ini adalah fenomena yang wajar dan jangka pendek, karena perseroan sedang berada di 'fase menanam' yang sangat agresif.
“Kami telah mengamankan pendanaan besar, aset kami tumbuh 4x lipat, dan kami didukung mitra global sekelas NTT East. Wajar jika profitabilitas sedikit tertekan beban bunga sebelum 'panen raya' dari kapasitas jaringan baru ini dimulai. Kami meminta investor untuk fokus pada fundamental yang semakin kuat dan prospek jangka panjang perusahaan,” pungkasnya.
Kinerja WIFI pada Kuartal III 2025
Sebelumnya, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) membukukan kinerja yang solid sepanjang sembilan bulan hingga 30 September 2025. Perseroan mencatat lonjakan signifikan pada pendapatan, laba, dan total aset, seiring ekspansi masif di sektor telekomunikasi.
Emiten yang mengusung layanan internet rakyat ini mencatat kenaikan pendapatan usaha bersih sebesar 100,99 persen menjadi Rp1,01 triliun, dari Rp504,95 miliar pada periode sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di laman BEI pada Jumat, 12 Desember 2025, perseroan menjaga beban pokok pendapatan pada level Rp 325,42 miliar. Dengan struktur biaya tersebut, laba bruto hingga September 2025 melonjak 124,16 persen menjadi Rp 689,48 miliar, dari sebelumnya Rp 307,58 miliar.
Kontribusi terbesar masih berasal dari segmen Telekomunikasi yang mencapai Rp 739,44 miliar atau 72,77 persen dari total pendapatan sebelum potongan harga. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, segmen periklanan menyumbang Rp 276,67 miliar atau 27,23 persen.
Laba Perseroan
WIFI juga menahan beban umum dan administrasi di sekitar Rp 155,42 miliar. Perusahaan mencatat pendapatan lain-lain sebesar Rp 40,18 miliar, sehingga laba usaha hingga 30 September 2025 melonjak 127,18 persen menjadi Rp 574,24 miliar, naik dari Rp 252,77 miliar.
Dari sisi keuangan, perseroan meraih penghasilan keuangan Rp 40,21 miliar, jauh meningkat dari hanya Rp 446 juta pada tahun sebelumnya. Dengan beban keuangan Rp 204,59 miliar, laba sebelum pajak per September 2025 mencapai Rp 409,85 miliar, meningkat 127,77 persen dari Rp 179,94 miliar.
Beban pajak penghasilan neto juga naik menjadi Rp 79,67 miliar. Secara keseluruhan, laba bersih periode berjalan melonjak 108,13 persen menjadi Rp 330,18 miliar, dari Rp 158,64 miliar pada tahun sebelumnya.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turut meningkat 71,03 persen menjadi Rp 260,09 miliar, sementara laba yang dapat diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali naik menjadi Rp 70,09 miliar dari Rp 6,56 miliar. Dengan demikian, laba per saham dasar naik menjadi Rp 105,54 per lembar, dibandingkan Rp 64,54 sebelumnya.
Total Aset
Total aset WIFI tumbuh tajam 331,32 persen menjadi Rp 12,54 triliun per 30 September 2025, dari Rp 2,907 triliun pada akhir 2024. Ekuitas juga melesat 749,90 persen menjadi Rp 8,18 triliun. Peningkatan tersebut membuat rasio ekuitas terhadap total aset mencapai 65,28 persen, mengindikasikan struktur modal yang sehat.
Liabilitas pun naik 124,69 persen menjadi Rp 4,35 triliun, namun proporsinya terhadap aset hanya 34,72 persen. Rasio pengungkit (gearing ratio) tercatat negatif di level (0,17), menandakan posisi liabilitas neto lebih rendah dibandingkan kas dan setara kas.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5296893/original/014230300_1753623860-27_juli_2025-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3103081/original/031459600_1586948198-20200415-Pergerakan-IHSG-Turun-Tajam-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216036/original/093247000_1526473912-20180516-IHSG-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3485405/original/002293900_1623919505-briWhatsApp_Image_2021-06-17_at_15.42.45.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4803089/original/006746500_1713254942-20240416-Pembukaan_Bursa_Saham-ANG_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1040536/original/091030100_1446442504-20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486770/original/076231800_1769604683-Medco_Energi-MEDC.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551398/original/069334600_1775725409-Paparan_publik_Bank_OCBC-9_April_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3267162/original/045706800_1602658744-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4822445/original/055067300_1714908469-fotor-ai-20240505174622.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3146516/original/009220300_1591597610-20200608-Pagi-Ini-IHSG-Menguat--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387333/original/039837400_1761037483-WhatsApp_Image_2025-10-21_at_3.57.22_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3146517/original/073532100_1591597610-20200608-Pagi-Ini-IHSG-Menguat--ANGGA-5.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883222/original/037561100_1720093648-20240704-IHSG-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4215634/original/079831800_1667629579-Antusias_Warga_Perpanjang_SIM_di_Pelayanan_SIM_Keliling_Polresta_Bogor_Kota-Aida-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220931/original/010439400_1668038510-Laba_Rugi_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314846/original/077748700_1755142924-1200x0_1_autohomecar__chxpvmib8ycascqnaaliuaxe-2c894-large-1-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384514/original/093137400_1760785093-Kepala_Eksekutif_Pengawasan_Perilaku_Jasa_Keuangan__Edukasi_dan_Perlindungan_Konsumen_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460685/original/076880100_1767264471-close-up-man-preparing-steal-motorcycle.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456712/original/049195100_1766922993-bandung_zoo.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356531/original/022216000_1611299595-20210122-IHSG-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4938277/original/097146100_1725613636-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_15.36.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458903/original/073984900_1767108528-Tito_Karnavian.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5016222/original/090950100_1732188163-20241121_113330.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4277611/original/083761300_1672400408-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/702138/original/ilustrasi-migas-chevron-140703-andri.jpg)