Dividen Danamon Tahun Ini Berapa? Simak Bisikan Manajemen

1 month ago 47

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) masih belum dapat memastikan besaran alokasi laba yang akan dibagikan sebagai dividen pada tahun ini.

Wakil Direktur Utama Bank Danamon, Honggo Widjojo Kangmasto, menegaskan bahwa kepastian tersebut akan ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret 2026.

"Ini tentunya tidak bisa dijawab secara eksak. Karena tentunya kita menunggu hasil RUPS," kata Honggo dalam Konferensi Pers Virtual Paparan Kinerja FY 2025, Kamis (19/2/2026).

Honggo menyampaikan bahwa keputusan pembagian dividen sepenuhnya berada di tangan pemegang saham melalui forum RUPS. Oleh karena itu, pihaknya belum bisa memberikan angka pasti terkait rasio pembayaran dividen untuk tahun buku 2025.

Ia meminta para investor dan pemangku kepentingan untuk bersabar hingga pelaksanaan RUPS pada 31 Maret 2026, di mana agenda penggunaan laba bersih akan dibahas dan diputuskan secara resmi.

"Mengenai tahun ini, mohon sabar. Tunggu RUPS setelah 31 Maret 2026," ujarnya.

Konsisten di Level 35%

Meski belum memberikan angka pasti untuk tahun ini, perusahaan berkode saham BDMN ini mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir perseroan konsisten membagikan dividen dengan rasio sekitar 35% dari laba bersih.

"Yang pasti, kalau kita lihat beberapa tahun terakhir, Bank Danamon konsisten dengan dividen posisi sekitar 35%," ujarnya.

Kebijakan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, sekaligus tetap menjaga struktur permodalan dan kebutuhan ekspansi bisnis ke depan.

Laba Bersih Danamon

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) mencatatkan pertumbuhan laba bersih tahun 2025 setelah pajak dan kepentingan minoritas sebesar Rp 4 triliun, tumbuh 14% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Pada aspek profitabilitas, Danamon mencatatkan laba bersih tahun berjalan konsolidasian setelah pajak dan kepentingan minoritas sebesar Rp 4 triliun, tumbuh 14% dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata Chief Financial Officer, PT Bank Danamon Indonesia Tbk Theresia Andriana.

Lebih lanjut, Theresia menyampaikan laba operasional sebelum pecadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) konsolidasian tercatat sebesar Rp 9,6 triliun, tumbuh 4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |